Teknik dan Cara Sablon Discharge, Juga Tinta yang Digunakan

Saat ini banyak pengusaha yang bergerak di bidang kaos distro menggunakan metode sablon discharge. Berbagai alasan menjadi penyebab hal tersebut salah satunya nilai jualnya meningkat. Maka teknik dimaksud perlu dipelajari lebih lanjut agar bisa menambah pengetahuan.

Teknik Sablon Discharge

Pada bab ini akan dijelaskan mengenai teknik dari sablon discharge. Secara istilah banyak dikenal dengan sebutan cabut warna, artinya menghilangkan coloring tinta dan kaos. Jika belum paham contohnya TShirt hitam lalu menggunakan metode ini dipakaikan ink putih.

Maka hasilnya kaos tersebut akan berubah menjadi warna putih. Artinya hitam yang menjadi dasar tadi akan hilang atau menghilang dan berganti sesuai tinta. Bahan dalam penggunaan metode discharge adalah campuran white super ink dengan binder maupun bubuk khusus.

Penggunaan kedua bahan yang dicampurkan tersebut akan membuat hasil cetakan sablon terlekat dengan serat kain secara sempurna. Selain itu teknik discharge juga menyebabkan hasil lebih halus dan lembut. Hal tersebut membuat kesan menyatu antara gambar dengan pakaian.

Cara dan Tinta untuk Sablon Discharge

Berikutnya akan dijelaskan mengenai cara untuk melakukan teknik sablon discharge. Hal pertama yang perlu diketahui sebelumnya adalah penggunaan ZFS atau Zinc Formaldahyde Sulfoxylate. Fungsinya adalah untuk menonaktifkan zat warna pada kain sehingga hasil jadinya lebih lembut.

Tahap Persiapan

Tahap Persiapan

Penggunaan tinta biasa pada teknik discharge salah satunya adalah matsui discharger binder 301 DW. Intinya harus memakai jenis khusus yang terdapat NEO pigmen agar akurasi warnanya tepat. Sebelum proses penyablonan dilakukan, maka dibuat campuran atau adonan.

Bahan yang dicampurkan adalah tinta dengan bubuk discharge sesuai perbandingan takaran (100%:5%-6%). Pengukuran dilakukan dengan menggunakan timbangan digital agar akurasinya tepat. Adonan yang tidak tepat misalnya saja kebanyakan akan menghasilkan efek terbakar.

Tahap Lanjutan

Tahap Lanjutan

Setelah persiaan selesai dilakukan maka berikutnya adalah penyampuran dua macam bahan seperti di atas. Misalnya saja tinta dengan bobot 100 gram perlu dicampurkan dengan bubuk discharge sekitar 5 sampai 6 gram. Maka total keseluruhan di atas timbangan antara 105 hingga 106gr.

Selain penyampuran adonan bahan antara tinta dengan bubuk discharge dilakukan. Berikutnya perlu diketahui bahwa penggunaan material kaos harus sesuai yaitu 100% cotton. Jika jenisnya bukan merupakan rekatif fabric maka hasil sablon warnanya putih akan menjadi abu-abu.

Tahap Eksekusi

Tahap Eksekusi

Tahapan terakhir yang perlu dilakukan tentunya eksekusi atau penyablonan. Namun dua syarat perlu dipenuhi terlebih dahulu yaitu takaran adonan tintanya tepat. Kemudian penggunaan bahan kaos harus 100% cotton atau kain reaktif agar hasilnya bagus.

Sebenarnya teknik sablon discharge untuk cara sama yaitu 160 derajat. Perbedaanya hanya terletak pada bahan dan tambahan mixing ink. Selain itu, hal yang tidak sama adalah kecepatan pengerjaan harus cepat sekitar 12 detik, jika lambat dicuring atau press warnanya kurang keluar.

Kelebihan Sablon Discharge

Teknik penyablonan kaos discharge mempunyai kelebihan yang perlu diketahui untuk semua orang. Tujuannya agar bisa menjadi referensi bagi pengusaha clothing ataupun awam agar tidak menyesal setelah memilih. Maka berikut penjelasan dan daftar dari keunggulan metode tersebut:

Lebih Awet dan Kualitasnya Terjamin

Lebih Awet dan Kualitasnya Terjamin

Kelebihan kedua yang dimiliki adalah lebih awet atau tahan lama artinya tidak gampang retak dan luntur. Penyebabnya berasal dari proses pengerjaan teknik discharge dimana menonaktifkan warna kain. Setelahnya akan digantikan dengan color tinta khusus dari sablon.

Hasil dari dua macam alasan tersebut membuat sablon discharge terlihat lebih halus. Selain itu nampak menyatu dengan kain. Namun agar umur dari kaos menjadi lebih panjang lagi perawatan perlu dilakukan yaitu caranya ketika dicuci jangan direndam terlalu lama.

Terlihat Lebih Hidup dan Alami

Terlihat Lebih Hidup dan Alami

Penggunaan teknik sablon discharge secara istilahnya adalah pencabutan warna. Hal tersebut tentu membuat rubber benar-benar menyatu kedalam serat kain. Maka kesan yang ditimbulkan ketika dilihat tentu lebih hidup dan alami.

Tentu dalam kegiatan sehari-hari biasa ditemui kaos dengan sablonan yang terlihat menempel saja. Hal itu pasti terlihat kurang baik dan menarik. Jika menggunakan teknik discharge kekurangan itu tidak akan ditemui karena menggunakan bahan dasar air sehingga lebih menyatu pada serat.

Hasil Sablon Lebih Menyatu

Hasil Sablon Lebih Menyatu

Agar ketiga dari penggunaan teknik sablon discharge akan terlihat hasilnya, maka caranya adalah dengan langsung membandingkan memakai metode lain. Alhasil pasti akan tampak lebih menyatu dengan kain dan jauh kualitasnya.
Sedangkan untuk kaos lainnya yang memakai teknik selain discharge akan terlihat kaku.

Maksudnya jika diperhatikan antara pakaian dengan sablonan hanya terlihat menempel saja di permukaan kain. Perumpamaannya seperti ketika kertas kemudian ditempeli sticker mengkilap.

Pengerjaan Lebih Mudah

Pengerjaan Lebih Mudah

Berbagai kelebihan seperti warnanya bagus, terlihat lebih mengkilap daya tahannya juga baik. Meskipun keunggulannya banyak namun cara menciptakan sablon kaos dengan teknik discharge terbilang mudah. Maka untuk yang mau mencoba bisa mempelajari karena langkahnya sederhana.

Seperti dijelaskan di atas tadi bahwa pengerjaan hanya terletak pada pencampuran. Setelah hal tersebut selesai maka tinggal dilakukan pressing singkat sampai jadi. Maka produksi juga mudah dan tentu lebih sederhana serta cepat.

Lebih Menghasilkan

Lebih Menghasilkan

Keunggulan berikutnya terletak pada pangsa pasar yang besar. Banyak orang lebih memilih untuk kaos dengan menggunakan teknik sablon discharge karena berbagai kelebihan. Maka jika berminat pada dunia clothing line sebaiknya mempelajari hal ini.

Alasannya tentu dapat memberikan penghasilan yang menjanjikan. Pesanan dan permintaan klien pada kaos dengan sablon teknik discharge tidak akan sepi. Hasilnya usaha bisa terus berputar serta menghasilkan pendapatan terus menerus selain dari nilai jualnya juga tinggi.

Kekurangan Sablon Kaos Discharge

Setelah di atas dijelaskan mengenai kelebihan akan kurang lengkap rasannya jika tidak disertai kekurangannya. Maka konsumen atau orang yang tertarik pada penggunaan teknik discharge dapat mempertimbangkan. Inilah pembahasan secara rinci dari kelemahan metode cabut warna:

Pengaplikasian Terbatas

Pengaplikasian Terbatas

Kekurangan pertama yang ada jika menggunakan teknik sablon discharge adalah kurang fleksibel. Maksudnya lebih ke penerapan metode cabut warnanya tidak bisa untuk semua jenis kain. Seperti dijelaskan di atas bahwa kesesuaian dapat dicapai dengan memakai bahan cotton 100%.

Hal tersebut tentu membuat sebuah kerugian jika ingin memakai jenis kain lain saat habis stok atau harganya meroket. Memang menggunakan tipe fabric selain katun tetap bisa dilakukan. Namun hasilnya menjadi kurang maksimal, malah akan membuat produk menjadi jelek.

Penggunaan Warna Terbatas

Penggunaan Warna Terbatas

Selain terbatas pada penggunaan jenis kain hanya cocok memakai katun 100% saja. Teknik sablon discharge juga kurang fleksibel pada pilihan warna. Terdapat beberapa colour yang kurang bisa diangkat atau malah jelek saat dikerjakan.

Hal tersebut adalah penggunaan warna biru dan ungu. Maka jika pengusaha ingin menggunakan kedua colour dimaksud sebaiknya memakai teknik lainnya. Alasannya karena jika dipaksakan terjadi penumpangan yang membuat kaos nampak kusam.

Sablon discharge merupakan salah satu teknik dari banyaknya macam metode yang ada dan mempunyai kelebihan serta kekurangannya sendiri, maka sebaiknya dijadikan pertimbangan.

Tinggalkan komentar