Pakaian Adat Maluku, Penunjuk Ciri Khasnya Suku!

Sebagai warga negara Indonesia yang mengaku cinta tanah air, pastinya Anda tidak lupa dengan porosnya perdagangan rempah dunia satu ini yaitu kepulauan Maluku. Wilayah tersebut tentunya kental akan budaya dan ciri khas daerah. Ada beragam jenis rumah, makanan, sekaligus pakaian adat Maluku.

Mengenal Provinsi Maluku

Kepulauan bagian selatan Indonesia satu ini beribukota di Ambon. Provinsi tersebut memiliki penghuni sejumlah 1,8 juta jiwa, sehingga menempati posisi ke-28 wilayah berpenduduk besar. Daerah itu mempunyai luas sekitar 46 ribu kilometer².

Sekitar 30 ribu tahun lalu, provinsi satu ini ditempati oleh bangsa Austronesia-Melanesia. Pemegang kunci pusat penyebaran penduduknya adalah pulau Seram. Budaya pertamanya ialah batu tua, seperti contoh peninggalan sejarahnya yang telah ditemukan yaitu kapak genggam.

Penghasil utama rempah khususnya cengkeh dan pala ini menjadi salah satu tempat terpenting di bidang perdagangan. Pengunjungnya pun dari berbagai negara seperti Arab, Tiongkok, Persia, Gujarat. Selain itu, penopang perekonomian wilayah tersebut adalah kehutanan, perikanan, serta pertanian.

Pakaian adat Maluku

Provinsi pemilik kesenian tari Cakalele tersebut mempunyai beragam kekayaan budaya dan adat yang wajib diketahui karena keunikannya nan istimewa. Seperti jenis rumah, makanan, hingga busana tradisonal khasnya. Nah, berikut paparan mengenai macam pakaian adat Maluku.

 Baju Cele

Source: https://i0.wp.com/www.silontong.com/wp-content/uploads/2018/07/Info-tentang-Pakaian-adat-Baju-Cele-dan-keterangannya.jpg?resize=370%2C377

Busana satu ini adalah pakaian paling populer di provinsi Maluku. Terbuat dari bahan tebal nan nyaman dikenakan. Warnanya pun mencolok yaitu merah dengan motif garis emas. Baju tersebut mempunyai dua jenis, untuk pria dan wanita. Tentu keduanya memiliki perbedaan, namun tetap terkesan serasi.

Kemeja putih dengan kerah melingkar, ikat pinggang dan jas berwarna merah, serta celana kain hitam menjadi ciri khas pakaian Cele yang dikenakan oleh kaum pria. Sebagai penambah kesan menarik, biasanya pengguna cukup memakai sepatu vantovel.

Sementara untuk kaum perempuan terdiri atas kebaya putih dan kain sarung tenun khas ditambah selop. Tentunya busana tersebut memiliki banyak pelengkap yang menambah kecantikan tampilannya seperti sisir konde, kak kuping, bunga ron. Balutan aksesoris itu pastinya membuat anggun penggunanya.

 Baju Sultan atau Manteren Lamo

Source: https://i2.wp.com/borneochannel.com/wp-content/uploads/2018/12/baju-sultan-malaka.jpg?w=1010&ssl=1

Selanjutnya adalah pakaian yang hampir sama dengan jenis baju sebelumnya. Namun bedanya, busana satu ini memiliki banyak aksen bordir emas penambah kesan lebih mewah. Tak lupa, terdapat tambahan mahkota yang memberi kesan lebih elegan.

Pakain ini hanya dikenakan khusus oleh sultan. Memiliki warna merah dan terdiri dari jas dengan kancing besar terbuat dari perak berjumlah sembilan buah, serta celana panjang hitam bermotif bis. Sentuhan bordir juga pernik emas diujung lengan, saku, lehernya menambah aura pemakai semakin ter-expose.

Baju adat tersebut melambangkan ciri khas suku Tidore. Pada zamannya, busana ini dikenakan sebagai pembeda kelas sosial antara rakyat sultan dan jelata. Biasanya digunakan saat acara pernikahan atau upacara adat. Namun, seiring berkembangnya waktu siapapun boleh memakainya.

 Baju Nona Rok

Seperti namanya “rok”, baju ini hanya digunakan oleh seluruh kaum perempuan Maluku khususnya suku Ambon. Biasanya dipakai untuk sehari-hari bahkan mendatangi acara-acara adat. Busana tersebut cukup terkenal, modelnya terlihat hampir sama seperti Cele, namun tetap memiliki perbedaan.

Untuk penggunaan baju Rok Nona tidak memerlukan sanggul juga kain lenso sebagai pelengkap seperti Cele. Rambut boleh hanya diikat saja. Kebaya putih sebagai penyerasi serta tambahan aksesoris sederhana sudah mempercantik diri pamakainya.

Perbedaan baju Rok Nona dengan Cele hanya pada persembahan akhir setelah semuanya sudah terpasang apik ditubuh. Khusus pakaian ini, look-nya akan terlihat anggun sederhana. Meskipun begitu, tidak menutupi aura pemakainya tetap terpancar elok.

 Kemeja Baniang Putih

pakaian adat Kemeja Baniang Putih

Pakaian satu ini khusus dikenakan untuk kaum pria sekaligus berasal dari Maluku Tengah. Busana tersebut berupa dalaman. Terbalut oleh kancing hitam dengan ukuran kecil. Ini yang menjadi pembeda dari kemeja lain ialah pada bagian kerahnya melingkar.

Pakaian satu ini wajib dimiliki oleh kaum pria di Maluku. Hampir semua laki-laki mempunyai baju tersebut. Penggunaannya dipadukan dengan luaran yaitu kebaya dansa. Biasa dikenakan untuk acara-acara adat yang ada di wilayah mereka.

Keunikannya terletak pada warna dan kerah melingkarnya. Biasanya ikat pinggang menjadi pelengkap penggunaan baju tersebut. Busananya simpel dan siap dipakai kapan saja. Dengan ciri khas itu, pastinya pakaian ini nyaman untuk dikenakan.

 Pakaian Raja Maluku

Pakaian Raja Maluku

Karena keindahan tampilan serta ketebalannya, baju ini disebut dengan pakaian Raja khas Maluku. Warnanya merah dan putih serta terkesan seperti jubah jika dikenakan. Adat busana tersebut mencerminkan tingkat kesultanan penggunanya.

Baju ini berat, tebal, serta berbeda dari baju tradisional Maluku lainnya. Sesuai bentuknya, pakaian tersebut digadang sebagai penunjuk kekuasaan pemakainya. Dulunya, tentu hanya para raja dan masyarakat kelas ataslah yang biasa mengenakan busana satu ini.

 Kimun Gia

Kimun Gia

Di ibukota Ambon, pakaian adat Maluku satu ini hanya dikenakan oleh kaum perempuan atau pun kerabat kerajaan. Bahan dasarnya adalah kain satin halus dengan warna terang. Memberikan simbol jiwa muda yang memakainya. Aksesoris serta perhiasan menjadi pelengkap keelokkan busana tersebut.

Terdapat sabuk atau ikat pinggang, kalung, bros, serta tusuk konde. Hiasan kepala lancip tersebut menjadi ciri khas utama busana Maluku. Biasanya, baju ini dipakai dengan setelan rok berwarna merah. Dulunya, busana tersebut berhasil menyenjangkan hubungan masyarakat kelas atas dan bawah.

 Baniang Putih Tangan Panjang

Source: https://miajaya.files.wordpress.com/2018/12/kostum_pakaian_baju_daerah_adat_maluku_costume_dewasa.png.jpg?w=950

Baju putih satu ini tidak pernah tertinggal untuk dikenakan para pengantin wanita di provinsi Maluku. Berbeda dari kebaya lain yaitu di-design tanpa motif warna apapun, sehingga bersih dan pure. Meskipun begitu, sentuhan sketsa bunga besar tetap menambah eloknya busana tersebut.

Kebaya dengan motif bunga besar tanpa warna selain putih khas Maluku ini biasa dipakai pada acara adat. Terbuat dari kain brokat berhias bordir di bagian belakang baju. Penambahan aksesoris seperti kancing depan serta pergelangan tangan, tusuk konde dan alas kaki membuat tampilan semakin anggun.

 Kebaya Hitam Gereja

Kebaya Hitam Gereja

Sesuai dengan namanya, kebaya satu ini memiliki warna hitam. Terdapat motif yang menjadi sentuhan aksen busana itu. Memang hanya berupa bordir, tetapi sangat memberi kesan cantik penampilan pakaian adat Maluku tersebut.

Kebaya hitam adat khas wanita Ambon povinsi Maluku biasa dikenakan dengan balutan aksesoris. Pernak-pernik itu menambah kesan manis baju tersebut. Busana satu ini biasanya dipakai untuk beribadah. Sanggulan rambut pemakainya sangat match dipadukan sebagai penambah kesan elegan.

 Baju Koja

Source: https://s.kaskus.id/images/2020/05/01/10637288_20200501070940.jpg

Baju Koja khas Maluku tersebut berbentuk jubah panjang khusus dikenakan kaum lelaki. Seperti Kimun Gia, pakaian ini untuk pria sanak family kerajaan. Memiliki varian warna beraneka ragam seperti kuning, merah dan biru muda.

Baju ini dapat dipasangkan dengan celana panjang hitam maupun putih. Ditambah hiasan kepala yang biasa disebut toala palulu. Bahan dasar pembuatan busana tradisional khas provinsi Maluku tersebut adalah dari kain songket.

 Kebaya Dansa

Source: https://lh3.googleusercontent.com/proxy/zjsoBQBKfuDn3G08XBpNq0eSb5HcnaBRgY4ZoizNjys6Jr9qSJGQkTRsyHxFrNIX2dB-MfmcvI_7ExFt8PM5E5PPj8XLPVqS0BlKNu96bvR3Vd4F

Jenis pakaian khas provinsi Maluku satu ini dapat dikenakan oleh pria maupun wanita. Terbuat dari bahan dasar kain polos bermotif bunga-bunga kecil. Memiliki ciri khas dengan bentuk kerah leher melingkar atau bundar serta tanpa balutan kancing.

Kebaya ini kerap digunakan masyarakat setempat guna menghadiri acara-acara adat di daerahnya. Selain itu, biasanya dikenakan untuk berdansa. Busana tersebut mempunyai varian warna merah dan putih yang selaras nan apik.

Demikian macam-macam jenis pakaian adat Maluku yang menjadi ciri khas suku-suku di ibukota Ambon tersebut. Semoga bisa menambah wawasan Anda dalam mendalami berbagai seni serta budaya luhur di negeri Indonesia raya.

Tinggalkan komentar